Kamis, 20 Februari 2014
Penyakit Kuning Pada Kelapa
LAPORAN KULIAH
BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN UTAMA
PENYAKIT KUNING PADA TANAMAN KELAPA
Disusun Oleh :
Kelompok B1-1
Nama NIM
Renta R Lumbantoruan J3T112005
Gayus T Hutasoit J3T112006
Arifin Tamba J3T112033
Rizky Kurniawan J3T112073
M. Taufiq Kamil J3T112100
TEKNOLOGI DAN MANAGEMEN PRODUKSI PERKEBUNAN
DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
PENYAKIT KUNING PADA KELAPA
Penyakit adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme, seperti bakteri, cendawan, virus dan protozoa. Tanaman dikatakan sakit jika ada perubahan seluruh atau sebagian organ-organ tanaman yang menyebabkan terganggunya kegiatan fisiologisnya. Penyebab lain bisa karena kekurangan atau kelebihan air, kekurangan atau kelebihan unsur hara, atau karena tanaman mendapatkan stress lingkuungan seperti suhu, lingkungan yang terlalu panas ataupun dingin.
Penyakit kuning diduga disebabkan oleh sejenis Mycoplasma.
• Penyebab:
1. Faktor lingkungan yang jelek misalnya aerasi, genangan air dan kekeringan;
2. Faktor kultur teknis, misalnya cara pengolahan tanah yang tidak menurut aturan, penggunaan pestisida yang tidak tepat, pemupukan yangkurang dan tidak teratur;
3. Keadaan vegetasi, misalnya kebun banyak gulma dan kotor;
4. Faktor hama/penyakit yang berkembang biak tanpa terkontrol;
5. Faktor fisiologis, misalnya gangguan pada akar akibat kondisi tanah yang kurang cocok, sehingga metabolisme tanaman terganggu.
• Gejala:
1. Serangan penyakit ini mengakibatkan daun tanaman kelapa menjadi berwarna kuning sampai kuning emas, terutama bila terkena sinar matahari dimulai dari daun bagian bawah menuju ke atas;
2. Tanaman tumbuh kerdil, makin ke pucuk ukuran pelepah dan daun makin kecil;
3. Sebagian pelepah bagian atas kurus dan menekuk pada ujungnya dan sebagian pelepah bagian bawah menggantung dan kering;
4. Daun-daun muda yang mati lebih cepat berubah warnanya menjadi coklta dan terkulai;
5. Buah kelapa yang terbentuk kecil-kecil;
6. Bunga dan bakal buah jarang sekali. Buah muda berguguran dan sedikit sekali yang sanggup menjadi tua. Ukuran buah kecil dan bersegi-segi tidak teratur;
7. Ukuran mayang yang tumbuh setelah pohon sakit lebih pendek dan kecil, merekah serta terbuka tidak sempurna. Adakalanya mayang yang masih terbungkus;
8. Membusuk menyerupai serangan penyakit busuk;
9. Jika kerusakan sudah parah, seluruh rebung kelapa akan mati, dan akhirnya semua daun yang tertinggal akan mati;
10. Biasanya dalam waktu 1-3 bulan setelah gejala awal muncul, tanaman akan mati.
• Pengendalian:
Dilaksanakan melalui perbaikan sanitasi yang baik, kultur teknis, menanam varietas genjah yang tahan, misalnya malayan dwarf, dan tindakan lain.
Rabu, 19 Februari 2014
Pemeliharaan TM Karet
PEMELIHARAAN TANAMAN MENGHASILKAN KARET
Disusun Oleh :
Kelompok B1-1
Nama NIM
Renta R Lumbantoruan J3T112005
Gayus T Hutasoit J3T112006
Arifin Tamba J3T112033
Rizky Kurniawan J3T112073
M. Taufiq Kamil J3T112100
TEKNOLOGI DAN MANAGEMEN PRODUKSI PERKEBUNAN
DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
TINJAUAN PUSTAKA
Karet dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliosida
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiareae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasililensis Muell. Arg
Tanaman karet berupa pohon, ketinggiannya dapat mencapai 30-40 meter. Sistem perakarannya padat/kompak, akar tunggangnya dapat menghunjam tanah hingga kedalaman 1-2 meter, sedangkan akar lateralnya dapat menyebar sejauh 10 meter (Syamsulbahri, 1996).
Tanaman karet berupa pohon yang tingginya bisa mencapai 25 meter dengan diameter batang cukup besar. Umumnya batang karet tumbuh lurus ke atas dengan percabangan dibagian atas. Dibatang inilah terkandung getah yang lebih terkenal dengan nama lateks (Setiawan dan Andoko, 2005).
Daun berselang-seling, tangkai daun panjang, 3 anak daun yang licin berkilat. Petiola tipis, hijau dan berpanjang 3,5 – 30 cm. Helaian anak daun bertangkai pendek dan berbentuk lonjong oblong (Sianturi, 2001).
Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga betina dan bunga jantan (Setyamidjaja, 1999).
Buah karet dengan diameter 3-5 cm, terbentuk dari penyerbukan bunga karet dan memiliki pembagian ruangan yang jelas, biasanya 3-6 ruang. Setiap ruangan berbentuk setengah bola (Setiawan dan Andoko, 2005).
Biji karet terdapat dalam setiap ruang buah. Jadi, jumlah biji biasanya tinga, kadang enam. Ukuran biji besar dengan kulit keras. Warnanya cokelat kehitaman dengan bercak-bercak berpola khas.
Latar belakang
Tanaman karet memasuki periode Tanaman Menghasilkan (TM) setelah lilit batangnya mencapai ukuran minimal 45 cm pada ketinggian 1 m di atas pertautan (kaki gajah). Kriteria tersebut umumnya dicapai pada umur sekitar 6 tahun setelah tanam, tergantung kondisi pemeliharaan badan jenis klon yang akan menentukkan laju pertumbuhan lilit batang per tahun.
Pemeliharaan tanaman karet TM ditunjukkan untuk mengkondisikan pertumbuhan vegetatif tanaman selalu dalam kondisi optimal sehingga berproduksi tinggi secara berkesinambungan dengan umur ekonomi yang lama. Pada umumnya umur ekonomi tanaman karet sekitar 30 tahun.
Pemeliharaan tanaman karet TM ini difokuskan pada tanamannya selain juga terhadap kondisi lahan agar lahan terus mendukung pertumbuhan tanaman karet. Kegiatan pemeliharaan tanaman karet TM meliputi pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit dan konservasi lahan
Pemupukan dan pengendalian gulma merupakan dua kegiatan pemeliharaan yang sangat dominan pada pertanaman karet TM. Pengendalian gulma sebelum pemupukan bertujuan agar pupuk yang diberikan sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh tanamn karet. Pengendalian gulma dilakukan secara periodik agar jalur tanaman selalu dalam kondisi bebas gulma dan gawangan hanya ditumbuhi oleh gulma lunak dan bebas dari gulma berkayu dan alang-alang.
Tujuan:
Kegiatan praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat menentukkan kegiatan yang termasuk dalam pemeliharaan TM karet. Melaksanakan pekerjaan pengendalian gulma dan pemupukan TM karet.
BAHAN, ALAT, DAN METODE PELAKSANAAN
Tempat
Kebun percobaan Cikabayan, Dramaga Bogor
Bahan dan alat
1. Tanaman karet menghasilkan
2. Cangkul
3. Parang
4. pupuk
• Urea : 175 gr/tanaman x 6 tanaman = 1050gr/ 6 tanaman
• SP-36 : 125 gr/tanaman x 6 tanaman = 750 gr/6tanaman
• KCl : 150 gr/tanaman x 6 tanaman = 900 gr/6tanaman
• Dolomit : 50 gr/tanaman x 6 tanaman = 300 gr/6tanaman
Metode
1. Gulma yang ada disekeliling tanaman (radius 1 m dari barisan tanaman karet) dibersihkan dengan menggunakan cangkul dan parang. Seluruh permukaan tanah di daerah ini harus dibersihkan dari gulma.
2. Pemupukan dilakukan dengan cara menyebar pupuk secara merata pada alur yang dibuat berjarak sekitar 1 meter dari barisan tanaman karet.
3. Setelah pupuk tersebar merata, lakukan penutupan alur.
4. Lakukan pengukuran lilit batang tanamna karet ( 6 tanaman perkelompok ) pada ketinggian 1 m di atas permukaan pertautan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Hasil
Hasil yang diperoleh pada praktikum pemeliharaan TM karet adalah : Hasil kerja yang dilakukan oleh kelompok B1-1 untuk pemeliharaan 6 tanaman menghasilkan (TM) karet adalah selama 43 menit atau 0,71 jam. Perhitungan HOK : (catatan 1 HOK = 1 orang dengan 7 jam kerja) = 0,71 jam x 5 orang x (1 HOK / 7 jam) = 0.51 HOK. Populasi karet dalam 1 hektar sekitar 550 tanaman. Perhitungan HOK untuk luasan 1 hektar tanaman kelapa adalah (550 / 5) x 0.51 HOK = 56,1 HOK.
b. Pembahasan
Kegiatan praktikum yang dilakukan adalah pemeliharaan terhadap tanaman karet yang sudah menghasilkan yaitu melakukan pengendalian gulma, pemupukan pada 6 tanaman karet TM. Dalam pengendalian gulma, lahan karet dibersihkan dari gulma dengan kondisi Wo dan membersihkan lahan secara strip weeding yaitu lahan disekitar tanaman karet dibersihkan hingga bersih hingga menyambung dengan lahan pembersihan tanaman karet lain. Pengendalian gulma dilakukan dengan luas jari-jari 1,5 meter dari batang tanaman. Hal itu dikarenakan agar tempat lateks terlihat dan lateks bersih dari kotoran yang ada di gulma
Setelah melakukan pengendalian gulma, kegiatan berikutnya adalah pemupukan. Adapun jenis pupuk yang digunakan antara lain Urea, SP-36, KCl dan dolomit dengan dosis masing-masing 100 gram, 100 gram, 100 gram dan 50 gram per tanaman. Urea, KCl dan SP-36 diberikan secara bersama-sama pada radius 1 meter dari tanaman pokok, kemudian ditutup agar pupuk tidak menguap.
KESIMPULAN
Praktikum pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM) karet yang dimulai dengan pengendalian gulma, dan pemupukan membutuhkan waktu 0,71 jam dengan 5 pekerja, sehingga HOK yang didapat adalah 0,51. Pemeliharaan tanaman menghasilkan karet yang baik terutama pengendalian gulma dan pemupukan akan menghasilkan tanaman menghasilkan karet yang berproduktifitas tinggi dan lateks yang keluar tidak terkotori oleh kotoran dari gulma.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.incraf.org (Rabu, 25 Desember 2013)
http://4m3one.wordpress.com/2010/12/21/pemeliharaan-tanaman-karet-hevea-brassiliensis-muell-arg/ (Rabu, 25 Desember 2013)
Http:// Litbangdeptan.com (Rabu, 25 Desember 2013)
Http://pustaka-deptan.go.id, 2010. Budidaya Tanaman Karet (Rabu, 25 Desember 2013)
Pemeliharaan TBM Karet
PEMELIHARAAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN KARET
Disusun Oleh :
Kelompok B1-1
Nama NIM
Renta R Lumbantoruan J3T112005
Gayus T Hutasoit J3T112006
Arifin Tamba J3T112033
Rizky Kurniawan J3T112073
M. Taufiq Kamil J3T112100
TEKNOLOGI DAN MANAGEMEN PRODUKSI PERKEBUNAN
DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Nazaruddin dan Paimin (1998) klasifikasi botani tanaman karet adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea braziliensis Muell. Arg.
Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3-20cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 3-10cm dan pada ujungnya terdapat kelenjar. Biasanya ada tiga anak daun yang terdapat pada sehelai daun karet. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul (Anwar, 2001).
Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi diatas. Dibeberapa kebun karet ada beberapa kecondongan arah tumbuh tanamanya agak miring kearah utara. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks.
Sesuai dengan sifat dikotilnya, akar tanaman karet merupakan akar tunggang. Akar ini mampu menopang batang tanaman yang tumbuh tinggi dan besar. Sistem perakaran yang bercabang pada setiap akar utamanya (Santosa, 2007).
Biji karet terdapat dalam setiap ruang buah. Jadi jumlah biji biasanya ada tiga kadang enam sesuai dengan jumlah ruang. Ukuran biji besar dengan kulit keras. Warnaya coklat kehitaman dengan bercak-bercak berpola yang khas (Aidi dan Daslin, 1995).
Bunga pada tajuk dengan membentuk mahkota bunga pada setiap bagian bunga yang tumbuh. Bunga berwarna putih, rontok bila sudah membuahi, beserta tangkainya. Bunga terdiri dari serbuk sari dan putik (Maryadi. 2005).
LATAR BELAKANG
Pemeliharaan tanaman karet pada masa tanaman belum menghasilkan (TBM) ditunjukkan untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman sehingga masa produktif karet tidak menjadi lebih lama. Pada umumnya masa TBM tanaman karet mencapai lima tahun dan periode ini merupakan masa yang cukup kritis untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman karet yang baik.
Pemeliharaan tanaman karet TBM ini difokuskan pada tanamannya selain juga terhadap kondisi lahan agar lahan dapat terus mendukung pertumbuhan tanaman karet. Kegiatan pemeliharaan TBM karet meliputi pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, dan pembentukan bidang sadap.
Pemupukan dan pengendalian gulma merupakan dua kegiatan pemeliharaan yang sangat dominan pada pertanaman karet yang belum menghasilkan. Pengendalian gulma sebelum pemupukan bertujuan agar pupuk yang diberikan sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh tanaman karet. Pengendalian gulma dapat dilakukan beberapa hari sebelum atau sesaat sebelum pemupukan.
Salah satu kriteria pemeliharaan yang baik pada tanaman karet dapat dilihat dari perkembangan lilit batang tanaman karet. Rata-rata tanaman karet akan bertambah lilit batangnya sekitar 9 cm pertahun, sehingga pada tahun kelima tanaman sudah memiliki lilit batang >45 cm.
TUJUAN
Kegiatan praktikum bertujuan agar mahasiswa dapat :
1. Menentukan matang sadap pada TBM karet
2. Melaksanakan pekerjaan pengendalian gulma dan pemupukan TBM karet
3. Menentukan kebutuhan jumlah tenaga kerja dan waktu kerja pada pemeliharaan TBM karet.
BAHAN, ALAT, DAN METODE PELAKSANAAN
a. Tempat dan waktu
Tempat : Kebun percobaan Cikabayan IPB Dramaga, Bogor
Hari : tanggal 10 Desember 13
b. Alat dan bahan
Alat yang digunakan : cangkul, sabit, dan koret.
Bahan yang digunakan :
1. Tanaman karet yang belum menghasilkan (TBM 2)
2. Pupuk :
• Urea : 100 gr/tanaman x 6 tanaman = 600gr/ 6 tanaman
• SP-36 : 100 gr/tanaman x 6 tanaman = 600 gr/6tanaman
• KCl : 100 gr/tanaman x 6 tanaman = 600 gr/6tanaman
• Dolomit : 50 gr/tanaman x 6 tanaman = 300 gr/6tanaman
c. Metode pelaksanaan
• Gulma yang ada pada jalur tanaman (radius 1 m dari tanaman) dibersihkan dengan menggunakan cangkul, sabit, dan kored. Seluruh permukaan tanah di daerah pemupukan ini harus dibersihkan dari gulma.
• Pemupukan dilakukan dengan cara membuat alur pupuk sekitar jari-jari 1 m dari batang tanaman karet pada tanah yang telah dibersihkan sebelumnya.
• Setelah pupuk tersebar merata, lakukanlah penutupan alur pupuk dengan tanah.
• Bersihkan batang tanaman dari tunas (bakal percabangan) atau tumbuhkan hanya satu tunas (batang) hingga ketinggian 2,5 m-3 m.
• Menentukan matang sadap dengan cara mengukur lilit batang karet dengan ketinggian 130 cm, dan apabila lilit batang karet tersebut lebih dari samadengan 45 cm, tanaman karet tersebut sudah dapat disadap.
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Hasil
Hasil yang diperolehpada praktikum pemeliharaan TBM karet adalah : Hasil kerja yang dilakukan oleh kelompok B1-1 untuk pemeliharaan 6 tanaman belum menghasilkan (TBM) karet adalah selama 83 menit atau 1,38 jam. Perhitungan HOK : (catatan 1 HOK = 1 orang dengan 7 jam kerja) = 1,38 jam x 3 orang x (1 HOK / 7 jam) = 0.59 HOK. Populasi karet dalam 1 hektar sekitar 550 tanaman. Perhitungan HOK untuk luasan 1 hektar tanaman kelapa adalah (550 / 3) x 0.59 HOK = 108,16 HOK. ( 3 orang karena satu orang sakit dan satu orang mengantar ke poliklinik untuk berobat)
b. Pembahasan
Kegiatan praktikum yang dilakukan adalah pemeliharaan terhadap tanaman karet yang belum menghasilkan yaitu melakukan pengendalian gulma, pemupukan pada 6 tanaman karet TBM dan menentukan matang sadap pada TBM karet. Dalam pengendalian gulma, lahan karet dibersihkan dari gulma dengan kondisi Wo dan membersihkan lahan secara strip weeding yaitu lahan disekitar tanaman karet dibersihkan hingga bersih hingga menyambung dengan lahan pembersihan tanaman karet lain. Pengendalian gulma dilakukan dengan luas jari-jari 1,5 meter dari batang tanaman.
Setelah melakukan pengendalian gulma, kegiatan berikutnya adalah pemupukan. Adapun jenis pupuk yang digunakan antara lain Urea, SP-36, KCl dan dolomit dengan dosis masing-masing 100 gram, 100 gram, 100 gram dan 50 gram per tanaman. Urea, KCl dan SP-36 diberikan secara bersama-sama pada radius 1 meter dari tanaman pokok, kemudian ditutup agar pupuk tidak menguap.
Tanaman karet siap sadap bila sudah matang sadap pohon. Matang sadap pohon tercapai apabila sudah mampu diambil lateksnya tanpa menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Kesanggupan tanaman untuk disadap dapat ditentukan berdasarkan “umur dan lilit batang”. Diameter untuk pohon yang layak sadap sedikitnya 45 cm diukur 100 cm dari pertautan sirkulasi dengan tebal kulit minimal 7 mm dan tanaman tersebut harus sehat. Pohon karet biasanya dapat disadap sesudah berumur 5-6 tahun. Semakin bertambah umur tanaman semakin meningkatkan produksi lateksnya (Santosa, 2007).
KESIMPULAN
Praktikum pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) karet yang dimulai dengan pengendalian gulma, pemupukan dan menentukan matang sadap membutuhkan waktu 1,38 jam dengan 3 pekerja, sehingga HOK yang didapat adalah 0,59. Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan karet yang baik terutama pengendalian gulma dan pemupukan akan menghasilkan tanaman menghasilkan kelapa yang berproduktifitas tinggi dan kriteria matang sadap ditentukan oleh panjang lilit batang yaitu ≥45cm.
DAFTAR PUSTAKA
http://semutuyet.blogspot.com/2013/04/makalah-budidaya-karet-lengkap.html (Rabu, 11 Desember 13)
http://4m3one.wordpress.com/2010/12/21/pemeliharaan-tanaman-karet-hevea-brassiliensis-muell-arg/ (Rabu, 11 Desember 13)
LAMPIRAN
Pembibitan Tanaman Karet
PENYULAMAN BIBIT BATANG BAWAH KARET
Disusun Oleh :
Kelompok B1-1
Nama NIM
Renta R Lumbantoruan J3T112005
Gayus T Hutasoit J3T112006
Arifin Tamba J3T112033
Rizky Kurniawan J3T112073
M. Taufiq Kamil J3T112100
TEKNOLOGI DAN MANAGEMEN PRODUKSI PERKEBUNAN
DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
Tinjauan Pustaka
1. Pembibitan Tanaman Karet
Karet adalah tanaman yang berasal dari negara Brazil dalam bahasa latin karet memiliki nama Havea Brasisilesnsis tetapi karet pada saat ini malahan dikuasai oleh Negara di asia tenggara yaitu Indonesia dan Malasia.
Adapun cara penanaman tehns budidaya karet ini adalah sebagai berikut :
1. Pembibitan
a. Persemaian Perkecambahan
- Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
- Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
- Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
- Benih direndam selama 3-6 jam.
- Kemudian Benih di semaikan di bedengan.
- Jarak tanam benih 1-2 cm.
- Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hari setelah tanam
dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.
b. Persemaian Bibit
- Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
- Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
- Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat, dan 20x20x60
untuk okulasi hijau.
- Penyiraman dilakukan secara teratur
- Pemupukan PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl
perpohon LCB 1320: 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon. POC NASA : 2-3 cc/lt air perbibit
disiramkan 1-2 minggu sekali
2. Pembuatan Kebun Entres
- Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
- Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
- Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
- Pemupukan : a. PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
b. Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
c. Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon
Latar Belakang
Benih karet dapat dibedakan atas 3 jenis yaitu illegiti, propelegitim dan legitim.Benih illegitim adalah benih yang diperoleh dari penyerbukan secara alami yang tidak diketahui kedua induknya (benih satuan).Benih propelegitim juga merupakan benih hasik penyerbukan alami,tetapi hanya induk betina saja yang diketahui sedangkan benih legitim adalah benih dari hasil persilangan yang kedua induknya diketahui dengan pasti.
` Pada penanaman karet,benih yang telah dikecambahkan akan dipindahkan ke pembibitan untuk dijadikan sebagai batang bawah,pada praktikum ini tidak dilakukan persemaian langsung tetapi memungut bibit karet hasil persilangan alami yang berkecambah di sekitar tanaman karet.Benih yang telah berkecambah tersebut dinamakan “kongkok”
Tujuan
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat:
1.Melaksanakan pekerjaan pembibitan batang bawah karet.
2.Menghitung kebutuhan lahan untuk pembibitan.
3.menentukan kebutuhan waktu dan HOK untuk pembibitan batang bawah
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah:
Bibit karet yang sehat serta perakaran yang lurus
Cangkul
Kored
Rafia
Meteran
Ajir
Metode pelaksanaan:
Setiap kelompok mendapatkan 24 bibit kongkoak
Buatlah bedengan untuk pembibitan karet,lakukan penggemburan tanah dan bersihkan dari gulma
Lakukan pengajiran dengan jarak tanam 60 cm x 40cm x 40cm atau jarak pagarganda. Perhatikan : 60 cm adalah jarak tanam antar kelompok,Setiap kelompok menanam dalam 2 barisan berjarak 40 cm antar barisan dan 40 cm antar barisan
Bibit karet ditanam pada barisan yang telah disiapkan.Sebelum penanaman potong sebagian bibit tersebut,perakaran dapat di potong supaya rata dan memudahkan dalam penanaman
PEMBAHASAN DAN HASIL
Pembahasan
Kegiatan praktikum yang dilakukan adalah menyulam bibit karet yang ditanam oleh S1 untuk batang bagian bawah. Beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu melakukan penyulaman atas tanaman karet yang mati, pengendalian gulma, penyiraman dan perbaikan bedengan. Dalam penyulaman tanaman karet yang mati, bibit karet yang baru, diambil dari biji yang jatuh ke tanah dan hidup. Pemilihan bibit bawah karet yang baik dengan panjang 30cm – 40 cm, dan akar yang tumbuh lurus kebawah, tidak bengkok. Karena praktikum ini adalah penyulaman bibit karet, maka lahan yang ditumbuhi oleh gulma disiangi menggunakan cangkul, dan lahan diperbaiki seperti semula agar air bisa terdrainase dengan baik dan mengurangi gangguan hama. Penyiraman dilakukan agar tanah dan akar melekat menjadi satu supaya tanaman tidak roboh apabila terkena angin.
Biji untuk batang bawah berasal dari kebun monoklonal yang memiliki luasan minimal 10 ha dan dari klon anjuran. Hal ini dikarenakan penyerbukan bunga dilakukan oleh serangga sehingga induk betina dapat diketahui dengan pasti sedangkan induk jantan tidak diketahui pasti. Maka luasan sumber benih ditentukan dan dari kebun monoklonal, dengan harapan penyerbukan bunga yang dibantu oleh serangga berasal dari serbuk sari yang sama dengan induk betina.
Berdasarkan lokakarya pemuliaan tanaman pada tahun 2009 menghasilkan rekomendasi klon untuk batang bawah yaitu; AVROS 2037, GT1, PB 260, RRIC 100, PB 330, BPM 24. Pengadaan benih adalah tahap awal proses pertanaman dan sangat menentukan kebehasilan program penanaman. Biji yang baik memiliki ciri-ciri visual antara lain, Mengkilap , permukaan licin, bentuk normal, tidak cacat, dan bebas penyakit serta memiliki daya lenting (pantul) yangt tinggi jika dijatuhkan kelantai. Uji kesegaran dengan membelah biji (endosperm); Daging buah (endosperm) berwanrna putih dan segar, serta kotiledon masih rapat, Daging buah putih, agak kekuningan, kotiledon terbuka sedikit 1 mm. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari untuk menghindari stres di lapangan.
Untuk mencegah timbulnya serangan jamur akar putih (JAP) pada umur 2-6 bulan dapat dilakukan aplikasi biofungisida Triko SP plus dengan dosis 600 kg/ha, di tabur disekitar barisan tanaman. Kemudian ditutup dengan tanah . sedangkan hama yang biasa menyerang bibit karet yaitu jangkrik, tungau dan rayap untuk menanggulanginya dapat dilakukan dengan insektisida seperti sevin 85S.
Hasil
Hasil yang diperoleh pada praktikum penyulaman bibit batang bawah karet : Hasil kerja yang dilakukan oleh kelompok B1-1 untuk penyulaman 9 bibit batang bawah karet, pengendalian gulma dan pembuatan bedengan adalah 43 menit atau 0,71 jam. Perhitungan HOK : (catatan 1 HOK = 1 orang dengan 7 jam kerja) = 0.71 jam x 5 orang x (1 HOK / 7 jam) = 0.5 HOK.
Populasi per Ha karet : jumlah populasi∶ (luas areal (Ha))/(jarak tanam)
Jumlah populasi Pagar Berganda = (10000 m2) / 1/2x30(40+60)
= 10.000 m2/ 0,65 m2
= 15.384,6 Tanaman/ (Ha)
Populasi tanaman/ ha = 10000 m2/ 3,3 x 6 m2
= 505 tanaman/ Ha
KESIMPULAN
Praktikum penyulaman batang bawah karet dimulai dengan pencarian tanaman karet yang masih kecil, pembersihan gulma, perbaikan bedengan dan penyiraman batang bawah hingga membutuhkan waktu 0,71 jam dengan 5 pekerja, sehingga HOK yang didapat adalah 0,5.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.bibitkaretbersertifikat.web.id/Literatur+Karet
http://ditjenbun.deptan.go.id/bbpptpmedan/berita-208-standar-mutu-bahan-tanam-karet-hevea-brasiliensis-untuk--batang-atas--dan-batang-bawah.html
Selasa, 26 Februari 2013
"ONDE – ONDE LEMOT"
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Kami dari kelompok 4 akan menampilkan sebuah drama yang berjudul "onde – onde lemot"
Sebelumnya saya akan memperkenalkan anggota dari kelompok 4 yang pertama, saya sendiri Musthofa ali s sebagai narator
"ardiansyah" sebagai "Onde – onde lemot"
" Robiatul Adawiyah" sebagai "Klenting kuning"
" Novia Trisna K" sebagai "Klenting hijau"
"Silva Rahmawati" sebagai "Klenting merah"
"Widayanti" sebagai "Ibu Onde – onde lemot"
"M.Taufiq Kamil" sebagai "Yuyu njengkang"
Narator :
Pada suatu hari hiduplah seorang jejaka tampan dan kaya raya bernama Onde – onde lemot, atau sering dipanggil "O'ol". O'ol hidup bersama ibunya yang bernama Onde – onde ningrat , atau biasa dipanggil bu O'on. Ayah O'ol telah lama meninggal, dan ayah O'ol telah meninggalkan warisan berupa sebuah kapal pesiar, hotel berbintang 7, 10 mobil BMW, 5 rumah gedong, sawah 100 hektar, 500 eor ayam, 200 ekor kambing, 299 ekor bebek, 5 tambak bandeng, 1 hektar kebun jengkol dan sebuah pabrik Onde – onde.
Meskipun sangat kaya, O'ol sangat sulit untuk mendapatkan jodoh, karena dia sangat lemot. Karena kelemotannya itu, banyak wanita yang memanfaatkannya untuk menguras harta kekayaanya maka sang ibu mengadakan sayembara untuk gadis – gadis cantik gi seluruh penjuru desa "Moro Wareg"
Yuyu njengkang:
"atention please"
Untuk seluruh gadis di desa moro wareg yang ingin menjadi stri dari tuan muda Onde – onde lemot alias O'ol anak dari nyonya besar Onde – onde ningrat, dapat datang ke kediaman bu O'on di seberang danau banyu butek.
Sekian dan thank you..
Dengan cepat berita tersebut menyebar ke seluruh penjuru desa, dan sampailah kepada 3 orang gadis yang bernama klenting merah, klenting hijau, dan klenting kuning.
Klenting hijau :"Eh kak merah, udah denger belum kalo besok ada sayembara"
Klenting merah :" hem,, udang donk, sayembara dari bu O'on buat anaknya yang kaya raya itu kan?
Klenting hijau :"iya, udah kaya, ganteng, tapi katanya si O'ol tu agak lemot ya ?"
Klenting merah :"Ah, itu si nggak penting si O'ol tu kan kaya banget gitu loh..!!
Klenting hijau :"iya juga ya kak, kalau salah satu dari kita terpilih jadi istrinya O'ol,kita bisa jadi kaya raya"
Klenting merah :"iya lagian dia kan lemot, mana tahu dia kalau kita porotin."
Klenting kuning :"kakak, kakak kok ngomongnya gitu sie?? Kan kasihan kalau O'ol yang baik itu Cuma di porotin."
Klenting merah :"Eh, kamu nguping ya?
Klenting kuning :"Enggak kok, aku nggak sengaja denger pembicaraan kak merah dan kak hijau"
Klenting hijau :"mana ada si, maling ngaku/mana makanan yang aku pesan?"
Klenting kuning :"maaf kak, warungnya tutup."
Klenting hijau :"Dasar, kamu tuh kalu disuruh emang nggak pernah bener."
Klenting merah :"iya ni, yaudah kalau gitu buatin kita makanan aa aja deh, yang enak."
Klenting kuning :"baik kak, tapi besok saya bolehkan ikut sayembara itu"
Klenting merah :"hahahaha, emangnya mau, O'ol yang tampan itu milih kamu yang jelak dan bau ini."
Klenting kuning :"tapi, aku kan juga ingin mencoba kak"
Klenting merah :"hmmm, gimana ya..?"
Kelnting hijau :"lihat aja deh besok, kalau kerjaan kamu udah selesai semua, kamu boleh ikut."
Klenting kuning :"memangnya karjaan apa si kak?"
Klenting hijau :" pake tanya kerjaan apa, ya kerjaan kamu yang biasa itu apa bersihin taman, ngepel lantai,nyuci pakaian pokoknya semuanya deh!!"
Klenting kuning :"oh, itu sih kecil, kan bisanya aku juga yang bersih – bersih."
Klenting merah :"Emangnya Cuma itu? Ya enggak lah, kamu besok harus bantu aku dan hijau untuk berdandan supaya O'ol mau pilih salah satu dari kita."
Klenting kuning :"baik kak."
Sementara itu, si O'ol dan ibunya sendang berbincang – bincang dirumahnya.
O'ol :"mam...,kenapa sih, mami pake cari'n aku jodoh segala?"
Bo O'on :"hmm,gak apa-apa si ol, mami Cuma pengen kamu tuh dapet jodoh yang bener. Lagian kamu tuh udah tua,udah saatnya buat nikah."
O'ol :"emangnya apa hubungannya tua sama nikah mam?"
Bu O'on :"apa yak..? ya pokoknya ada deh hubungannya kamu ikutin mami aja."
O'ol pun mengikuti gerak gerik bu O'on
Bu O'on :" kamu ngapain ikut – ikutan gerakan mami?"
O'ol :"loh, katanya tadi suruh ikutin gerakkan mami?"
Bu O'on :"aduh.. O'ol..O'ol , kamu tu udah lemot Oon lagi
(pergi miningggalkan O'ol)
O'ol :"ya iyalah, ibunya aja oon, pasti anaknya juga Oon donk,ahihihihi..."
Disisi lain klenting merah dan lenting hijau sedang bersiap – siap untuk mengikuti sayembara.sedangkan klenting kuning sedang sibuk membersihkan taman.
Ketika klenting kuning sedang ke dapur, klenting merah dan klenting hijau merencanakan sesuatu untuk memperlambat lenting kuning
Klenting merah :"eh hijau .kamu lihat tempat sampah itu kan?"
Klenting hijau :"iya, lihat kenapa si kak?"
Kelnting merah :" kita tuang aja tu sampah biar berantakan, terus si kuning nggak bisa ikut deh."
Klenting hijau :"hmm,kakak pinter banget si, ya enak aja tu kuning mau ikut sayembara."
(klenting merah dan hijau pun akhirnya melakukan semua remcana buruknya)
Klenting merah :"ayo cepat hijau, nanti kita terlambat"
Klenting hijau :"iya,iya!ayo berangkat."
Klenting kuning :"eh,tunggu..."
Klenting merah :"aduh, pa lgi sih."
Klenting kuning :"aku udah siap ni, aku ikut ya kak."
Klenting merah &hijau:" SIAPA LOE.??"
Klenting kuning :"loh kok gitu? Katanya kalo kerjaan ku sudah selesai semua aku boleh ikut?"
Klenting hijau :"itu kan kalau kamu udah selesai buktinya taman masih berantakan."
Klenting kuning :"loh, perasaan udah beres semua kok."
Klenting hijau :"liat aja , tuh..!"
Klenting kuning :"loh kok jadi gitu sih."
Klenting merah :"berarti, kamu nggak bisa ikut kuning!
(klenting kuning pun menangiz meratapi nasibnya)
Klenting merah dan klenting hijaupun berangkat kesayembara.sementara itu kuning berusaha secepat mungkin untuk membersihkan sampah – sampah yang berserakan. Ditengah perjalanan,klenting merah dan klenting hijau bertemu dengan yuyu njengkang. Yuyu jnengkang adalah penjaga jembatan danau banyu butek. Dan yuyu yang satu ini sangat matre dan licik sekali..
Yuyu njengkang :"eh..eh..eh..mau pada kemana kalian
Klenting hijau :"kita ingin menyebrangi danau ini, agar bisa ikut sayembara di rumah bu O'on''
Yuyu njengkang :"oh..oh..oh...kalau begitu.sebelum kalian melewati jembatan ini, kalian harus memenuhi persyaratannya terlebih dahulu."
Klenting merah :"memangnya apa persyaratannya?"
Yuyu njengkang :"syarat yang pertama
Kalian harus membelikan aku pulsa super sms 25 ribu, reguler 10 ribu, terus pulsa internet 10 ribu buat fb'an gitu loh.."
Klenting merah :"ni yuyu matre banget si?"
Yuyu njengkang :"eh, mau lewat nggak..?"
Klenting hijau :"ya udahlah kak, ntar kita telat ikut sayembara.lagian kalo kita kepilih pasti kita dapet uang berlipat – lipat dari ini."
Klenting merah :"iya juga ya, ya udah deh bentar ya.mana nie hp gue."
(akhirnya klenting merah dan hijau pun mengirim pulsa pada yuyu njengkang)
Klenting merah :"udah kan, berarti kita udah boleh lewat donk."
Yuyu jnengkang :"eitz,kata siapa udah boleh lewat?"
Klenting hijau :"emangnya apa lagi sih?"
Yuyu njengkang :"ni kalian harus beli parfum yang aku jual."
Kalenting hijau :"emangnya buat apa?parfumku lebih wangi daripada parfum ini."
Yuyu njengkang :"yah, ini tu parfum kesukaan si O'ol murah kok Cuma 10 ribu."
Klenting hijau :"bener ni? Ya udah aku beli dua."
Setelah memenuhi persyaratan dari yuyu njengkang,klenting merah dan klenting hijaupun melanjutkan perjalanan. Selang beberapa waktu kemudian klenting kuning datang dengan pakaian yang berantakan karena terburu – buru ."dan klenting kuning pn bertemu dengan yuyu njengkang.
Yuyu njengkang :"mau kemana kamu?"
Klenting kuning :"saya mau menyebrangi danau ini agar saya dapat ikut sayembara yang diadakan ibu O'on
Yuyu njengkang :"oh, kalau begitu seperti para gadis yang lain, kamu harus membelikan aku pulsa."
Klenting king :"PULSA.jangankan pulsa hppun aku tak punya.."
Yuyu njengkang :"ha? Kalau begitu kamu tidak boleh lewat."
Klenting kuning :"ayolah yuyu yang baik hati, ijinkan aku melewati danau ini."
Yuyu njengkang :"baik hati? Memangnya aku baik?"
Klenting kuning :"iya, aku hanya punya kartu ATM apa bisa aku membayar dengan ini?"
Yuyu njengkang :"waah,aku nggak punya mesin geseknya?
Ya sudahlah kamu lewat saja karena kamu sudah bilang kalau aku ini baik hati."
Klenting kuning :"benarkah? Terima kasih tuan yuyu yang baik hati."
Yuyu njengkang :"ya sama – sama semoga sukses ya!"
Di sisi yang berbeda klenting merah dan klenting hijau telah sampai terlebih dahulu di depan rumah nu O'on.
Bu O'on :" wah, rame – rame ada apa ini kok banyak gadis cantik disini?"
Klenting hijau :"gimana sih ibu ini, ibu kan yang udah nyebarin sayembara untuk anak ibu ,si O'ol
Bu O'on :" oh iya ya(menepuk jidat)dasar saya ini memang O'on hehehe apa saya udah pikun ya?
Klenting hijau :"aduh,ibu..ibu!"
Bu O'on :"baiklah kalau begitu, bagi para gadis bersiaplah kita sambut pria paling lemot d desa moro wareg. Inilah dia Onde – onde lemot."
Klenting hijau :"mana bu?"
Bu O'on :"mana ya ? tunggu dulu sebentar ya.."
Klenting merah :"aduh ...lama banget sih"
Bu O'on :"O'ol..O'ol...cepat keluar didepan para gadis telah menunggumu.
O'ol :"belum siap mam"
Bu O'on :"ya sudah cepat ya!"
O'ol :"iya!"
Selama menunggu O'ol, bu O'on berbincang – bincang dengan klenting merah dan klenting hijau. Disaat mereka sedang berbincang – bincang, tiba – tiba klenting kuning datang.
Klenting kuning :"maaf semuanya, saya belum terlambatkan ?"
Klenting merah :"eh, kamu ngapain datang kesini?"
Bu O'on :"kamu kenal dengan gadis jelek ini ?"
Klenting hijau :"oh enggak, kami tidak mengenal dia."
Klenting kuning :"kok kakak gitu si sama aku?"
Klenting merah :" kakak..? emang kamu siapa manggil aku kakak adik aja bukan."
Bu O'on :"sudah...sudah, biarkan saja dia ikut sayembara ini lagi pula diakan jelek mana mungin anakku akan memilih dia."
Sekali lagi bu O'on memanggil – manggil anaknya. Dan tak lama kemudian O'ol pun keluar dari kamarnya.
Teng....teng...teng...teng.....teng....teng...teng...teng....teng..
Bu O'on :"O'ol di hadapanmu ada 3 orang gadis silahkan kamu mau pilih yang mana?"
O'ol :" wah canti – cantik ya mam."
(klenting merah, hijau dan kuningpun tersenyum malu)
O'ol :"tapi saya bingung bagaimana cara memilihnya?"
Bu O'on :"hmm, kalu begitu beri saja mereka pertanyaan."
O'ol :"pertanyaan apa ya?" (berfikir lama sekali)
Satu jam kemudian
Bu O'on :"ayo cepat!"(sambil menepuk pundak O'ol)
O'ol :"sebentar bu, saya sedang berfkir.
Bu O'on :" dasar lemot, mikir aja lama benget."
O'ol :"aha...(mengagetkan bu O'on) saya tahu pertanyaannya."
Bu O'on :" apa ol?"
O'ol :"jika salah satu dari kalian menjadi istriku, apa yang bisa kalian lakukan untuk membahagiakan ku?"
Bu O'on :"nah, silahkan dijawab.dimulai dari kamu klenting merah."
Klenting merah :"hmm,jika aku terpilih sebagai istrimu, aku bisa membantumu untuk mengatur keuangan dikeluarga ini.jadi kamu dan bu O'on tidak usah pusing untuk menghitung uang kalian yang banyak itu..
Klenting hijau :" kalu aku, aku bisa dandan cantik tiap hari ke salon tiap hari meny pedy krimbat luluran maskeran supaya aku bisa cantik tiap hari di hadapanmu O'ol."
Bu O'on :"nah kalau kamu klenting kuning?"
Klenting kuning :"kalau aku ,hmm aku tidak dapat memberikan seperti apa yang kakak – kakak ku dapat berikan padamu aku hanyadapat memberkan seluruh jiwa dan raga ku hanya untukmu."
Lalu O'olpun bingung untuk memilih gadis yang mana yang akan di jadikan istrinya.
Bu O'on :"gimana ol?kamu pilih gadis yang mana?
O'ol :"saya bingung mam?"
Bu O'on :"aduh, nggak usah bingung tu si merah dan hijau kan cantik –catik."
O'ol :"(O'ol berfikir lama sekali)"em............em....em.....
Saju jam kemudian
Bu O'on :"ayo dong ol cepat.para gadis sudah tunggu jawabanmu kamu pilih salah satu gadis kalau kamu tidak suka kamu dpat mematikan lilin mereka."
O'ol :"iya mam."
Lali O'ol pu berjalan mendekati klenting merah
O'ol :" hai..!!"
Klenting merah :"hai juga!!"
Ool :"kamu, cantik – cantik kok bau yuyu si?"
Klenting merah :"ah,masak si ol perasaan aku nggak bau dech."
Bu O'on :coba – coba mana mami lihat.ah nggak bau ol jangan – jangan mulut kamu tu yang bau."
Kemudian O''ol mendekati klenting hijau
O'ol :"hai.."
klenting hijau :"hai juga ol!"
O'ol :"aduch kamu kok juga bau yuyu kamu belum mandi ya?"
Klenting hijau :"hah mana mungkin aku tu udah luluran segala mecem biar wagi dan cantik masak bau si?"
O'ol :"iya beneran bau kok/"
Klenting hijau :"ah jangan – jangan kamu tu yang salah cium aku tu sudah pake parfum kesukaan kamu ."
O'ol :"parfum apa'an?"
Klenting hijau :"parfum yang dijual si yuyu njengkang."
O'o :" oh, brarti kamu kena tipu si yuyu njengkang."
Klenting hijau :"apa..?"
(Klenting hijau pun berbisik pada klenting merah dasar tu yuyu dia telah menipu kita)
O'ol menuju klenting kuning
O'ol :"hai.."
Klenting kuning :" hai.."(klenting kuning menundukkan wajahnya)
O'ol :"nah ini dia"
Bu O'on :" kenapa ol?"
O'ol :"yang ini nggak bau si yuyu mam.."
Bu O'on :"(bu oon mencium bau klenting kuning)aduh jangan – jangan selain otak kamu yang lemot hidung kamu juga lemot ya ol."
O'ol :"ah, mami hidung mami kali yang nggak bener."
Bu O'on :"ayo kamu pilih yang mana?"
(sekali lagi O'ol berfikir sangat lama)]
Satu jam kemudian
Bu O'on :"O'ol ayo dong cepet."
O'ol :"iya mam sabar dong ini kan milih istri bukan milih onde – onde.
Akhirnya nde – onde lemot berjalan menuju ketiga gadis itu dan dengan pasti O'ol mematikan lilin klenting merah dan klenting hijau.
Klenting merah :"terlalu sadis caramu."
Klenting hijau :"mematikan lilinku
Klenting merah :"dari sayembara ini"
Klenting merah &hijau:"tanpa paduli sakitnya aku."
Klenting hijau :"sebel dech."
Akhirnya klenting merah dan klenting hijaupun pergi dari rumah O'ol dengan wajah cemberut dan hati yang remuk.
Bu O'on :"haey O'ol jemput pasanganmu kemari"
(O'ol membawa gadis pilihannya ke ibu O'on)
Bu O'on :"ini yang kau pilih ol..?"
O'ol :"iya mam,meskipun tidak secantik lenting merah dan hijau tapi hatinya sangat cantik mam.."
Bu O'on :"eh baiklah kalu begitu sayembara ini telah di tutup."
(bu O'on pun pergi meninggalkan O'ol dan klenting kuning)
O'ol :"wiil you marry me?"(menawarkan onde – onde)
Klenting kuning :"hah?roti mery?inikan onde –onde bukan roti mery?"
O'ol :"ya ini memang bukan roti mery tadi itu aku ngomong pakek bahasa inggris."
Klenting kuning :"oh,bahasa inggris hehehe bahasa jawa aja belum katam malah diajak ngomong pakek bahasa inggris,emang tadi itu apa artinya?"
O'ol :"will you mary me itu artinya (O'ol bersujud di depan klenting kuning)ehem..maukah kamu menikah denganku?"
Klenting kuning :"oh...so sweet... dengan senang hati aku bersedia menjadi istrimu O'ol(menerima onde –onde)
Akhirnya klenting kuning dan onde – onde lemot menikah dan hidup bahagia untuk selamanya...
TAMAT
Budaya Tedhak Siten ing Pekalongan Timur
Dening : M Taufiq Kamil
Kelas : XII IPA 1
SMA N 2 PEKALONGAN
Abstrak
Tedhak siten iku salah siji kebudayaan masyarakat jawa kang mulai digerus zaman. Tedhak siten dewe soko tembung tedak sing artine napakake samparan utawi nglampah, lan siten soko tembung siti kang artine lemah. Dadi tedhak siten iku artine napakake pelampahan ing dunyo. Ritual tedhak siten nggmbarake kesiapane bocah kangge njalani urip sing apik lan sukses ing mbesok. Tedhak siten di adakake ing jawa, kelebu budaya jawa kang perlu dilestariake, diadakake kangge bocah umur 7 wulan. Urut-urutane tedak siten yoiku tedhak sego pitung werno, mudhun tango tebu, ceker-ceker. Kurungan, sebar udik-udik, siraman.
Kata kunci :
Budaya, Tedhak siten, Urut-urutane tedhak siten, makna tedhak siten.
Pendahuluan
Tedhak siten iku klebu budaya Jawa sing perlu dilestarikake, yen ora budaya tedhak siten iki bakalan punah. Amargaa ora ono sing nerusake maneh .
Pengerteni budaya
Budayo asale soko tembung sansekerta yoiku buddhayah kang diartikake hal sing kaitane karo budi lan akal menungso. Budoyo yoiku coro urip kang ngembang lan diduweni wong akeh sangking kelompok wong lan diwarisake sangking wong tuo ndo wong enom sing saklanjutipun. Budoyo kabentuk soko akehe unsure kang njrimet. Budoyo sifate kompleks, abstrak lan ombo. Akeh aspek budoyo kang melu nentokake perilaku kang komunikatif. Unsure-unsur sosial-budoyo niki nyebar lan ngliputi akehe kegiatan sosial.
- Pengerteni tedhak siten
Tedhak sitèn utawa tedhak siti iku salah siji upacara adat Jawa kanggo bocah umur 7 wulan. Upacara iki ing dhaérah liya ing Nuswantara uga ana, contoné sing diarani upacara injak tanah ing dhaérah Jakarta déning suku Betawi utawa uga ana sing ngarani mudhun lemah.
Tedhak sitèn iku asalé saka tembung tedhak utawa idhak lan sitèn (saka tembung siti) utawa lemah (bumi). Upacara iki kanggo perlambang bocah sing siap-siap njalani urip liwat tuntunan wong tuwa lan diselenggarakaké yèn umur bocah wis 7 selapan utawa 245 dina (7 x 35 = 245).
- Urut-urutane tedhak siten
- Tedhak sega pitung warna
- Mudhun tangga tebu
- Ceker-ceker
- Kurungan
- Sebar udik-udik
- Siraman
- Keterangane urut-urutane tedhak siten
- Tedhak sego pitung warna yoiku bocah cilik dituntun maju nglewati lan nglampahi bubur kang di gawe soko beras ketan lan ono pitung werno. Yaiku abang, kuning, ijo, biru, oren, putih, lan ungu kang artine bocah mau biso nglewati alangan ing uripe. Lan kanggo sakwise tuwo bocah mau ileng karo tanah laire.
- Mudhun tango tebu arjuno yoiku bocah kang dituntun munggah medun soko tangga arjuno kang artine supoyo bocah mau duwe sikap koyo arjuno kang watake satrio lan tanggung jawab, senenge nglakokake kebajikan, nulungi wong, belo sing apik, lan berbakti kangge negoro. Ing adat jawa tebu iku singkatane soko antebing kalbu kang artine supoyo bocah mau jalanake uripe kang mantep lan tekad sing kuat.
- Ceker-ceker yoiku kegitan sakwise mudhun soko tango tebu lan bocah mau dituntun nang pasir. Nang pasir niku bocah mau dolanan pasir nganggo sikile sing arti kiase kangge luru panganan. Maksude bocah mau sakwise dadi gedi biso nguripi awake dewe.
- Kurungan: bocah mau dilebokake ing kurungan kang sampun dihiasi janur lan kertas warno-werno.ugo bocahe ora gelem melbu ing kurungan, ibuke ngonconi bocah mau. Ing dalem kurungan sampun wonten isine. Isine yoiku buku, handphone, pari lsp sampe bocah mau mundhut salah siji barang. Barang sing dipundhut bocah mau nglambangke mbesok sakwise wes gedi. Contone bocah mau mundhut buku kang artine bocah mau mbesoke dadi wong pinter.
- Kurungan nglambangke dunia nyata, bocah mau melbu dunyo sing pak dilewati.
- Sebar udik-udik yoiku duwit receh kang dicampur kembang-kembang utawi beras kuning disebarke lan para undangan munduti duwit mau sing disebar kang artine bocah mau sakwise gedi biso dadi wong kang dermawan, seneng nulungi wong liyo.
- Siraman yoiku bocah kang wis nglakokake kegitan mau diadusi nganggo banyu kembang kang artine bocah mau saged ngarumahake name keluargane. Sesampune siraman, bocah mau didandani ngagem klambi sing apik lan resik sing artine supoyo bocah mau duwe jalan urip sing apik lan gawe keluargane bangga
- makna tedhak siten
kangge ndekatake bocah karo ibu pertiwine, tanah kelairane. Kangge njalani uip e sing apik lan bener ing dunyo iki, dadi ne urip nang dunyo niki rosone penak lan seneng. Niki artine bumi lan tanah kelairane sampung maringi hal sing nunjang urip e menungso.
Simpulan
Tedhak siten iku salah siji kebudayaan masyarakat jawa kang mulai digerus zaman. Tedhak siten dewe soko tembung tedak sing artine napakake samparan utawi nglampah, lan siten soko tembung siti kang artine lemah. Dadi tedhak siten iku artine napakake pelampahan ing dunyo. Ritual tedhak siten nggmbarake kesiapane bocah kangge njalani urip sing apik lan sukses ing mbesok. Tedhak siten di adakake ing jawa, kelebu budaya jawa kang perlu dilestariake, diadakake kangge bocah umur 7 wulan. Urut-urutane tedak siten yoiku tedhak sego pitung werno, mudhun tango tebu, ceker-ceker. Kurungan, sebar udik-udik, siraman.
Daftar pustaka
Budaya, Busana lan Kawula Mudha
Dening : Mohammad Faqih
Kelas : XII Ipa 1
SMA Negeri 2 Pekalongan
Abstrak
Budaya lan busana iku klebu warisan bangsa ingkang kudu dilestarikake lan dikembangke supaya ora ilang saka kabudayaanne Indonesia.Bab iki penulis bakal ngaturaken.Budaya ,busana lan kawula mudha . Budaya ,busana iku kudu dipahami marang kawula mudha, budaya para leluhur Para leluhur sing ngasta adeg jejeging nagara wawasan, visi, lan misine ora beda. Saiki bangsane dhewe ora bersatu, malah padha padu, akibate alam/lingkungan dirusak. Budayane dhewe dilirwakake. Dadine akeh bangsa liya ingkang arep ngrebut budaya lan busana bangsa kita.
Kata Kunci
Budaya lan busana
Pendahuluan
Kanthi budi lan dayane uriping manungsa ngasilaken budaya. Budaya kuwi anyakup babagan filsafat,kapitayan,kawruh,teknologi serta seni.Wondene seni anyrambahi amengkoni ranah basa sastra, ulah kridhaning angga, seni swara, dalasan seni rupa. Seni rupa makarti lan makarya mungguhing wewangunan kang kasat mata, kalebu bab busana. Tumrap para kawula mudha wis dicepaki gegadhangan gegayuhan dadia kusumaning bangsa, kang sabanjur dadi who pahalaning bebrayan agung sesame.
Ing bebrayan kerep keprungu saha tinulis unen-unen kasebut iki. Ajining dhiri saka lathi, ajining sarira saka busana.Katerangane mangkene. Tetembungan, ukara, lan basa kang kawetu ing lesan lumantar lathi nemtokake drajade wong sing guneman kuwi kepriye. Sing guneman kuwi klebu golonganing wong utama,mung madya wae, apa malah dadi warganing wong nistha. Mangkono kuwi ngemot wewarah wong guneman kuwi prayogane ngarah-arah. Sapa/apa kang digunem. Uga ing ngendi papane. Kapan wektune.Saha kepriye kahanane.
Guneman nganggo konsep kang bener, nyata, nalar, becik tur migunan. Tembung , ukara,dalah basa katata runtut,ora worsuh salang tunjang angel dingreteni dhodhok selehe,ora gampang dietutake lan dicekel buntute dening sing padha ngrungokake.Ora lali intisarine.Ora kurang ora luwih .ora cupet ngapret methethe,ora kalorehan ngandhar-an –dhar amburdhul modhal-madhul berkobal kabur.ucapan,kedaling piranti lesan (articulator),iramane jumbuh karo tata-batine.Solah bawa pratingkahe sarwa luwes ngresepake.Bab gunem utawa wicara ana wewarah kasebut iki.Ayo padha direngeng-direngengake.
Budaya, Busana lan Kawula Mudha
Budaya
Para leluhur sing ngasta adeg jejeging nagara wawasan, visi, lan misine ora beda. Nasionalisme tuwuh lan ngrembaka saka budaya. Nasionalisme kuwi semangat persatuan, bhineka tunggal ika. Cocog karo pengamatane pakar manca. Nasionalisme kuwi kasetyan total marang bangsa lan nusa. Tresna marang bangsa lan nusa kuwi konsep persatuan, sedya nyawiji. Saiki bangsane dhewe ora bersatu, malah padha padu, sulaya, konflik antarpribadi, konflik antarsuku, lan koflik antar agama. Tresna marang bangsa dadi cidra duraka marang bangsa. Tresna marang nusa, tanah air, ibu pertiwi diblenjani. Ibu pertiwi sedhih nangis kelara-lara dene alase diobong, ditegori, dibongkar. Tambang didhudhuk dikeruk. Alam/lingkungan dirusak. Budayane dhewe dilirwakake.
Biyen merdika supaya ora dijajah.Saiki ekonomi, keamanan, budaya saben dina dijajah lumantar medhiya cithak lan elektronika. Ora kabeh kang lawas iku ala. Ora kabeh kang anyar iku becik. Budayane sapa wae, manca lan dhewe,sing pancen becik.
Busana
Tembung asli Sansekerta kuwi tegese kang dienggo,kang disandhang.Mula lumrah diarani pangganggo uga sandhangan.tembunge camboran saroja muni sandhang pangganggo.Iki klebu seni rupa Seni kuwi babaran lan wujuding kaendahan.kaendahan kuwi tempuk dumadining samubarang kang wutuh,gamblang,lan imbang (Slamet Muljana).Busana minangka ekspresi,asesori,prabot pirantining manungsa kanggo technical apprearance .Kamangka ing sakawit (uga nganti seprene)busana iku piranti kanggo ngayomi lan kanggo njaga kasarasaning badan Mula ukurane direkadaya diimbangake karo dedeg piadeg gedhe cilice awak(XL,L,M,S,X5),dipetha manut wangun prejenganing badan. Sabanjure mbabar potongan apadene modhe manekawarna. Warnane bisa serasi karo pakulitane sing nganggo. Ana kang nyolok, adhem surem, mawa nuwangsa sarta selerane sing nganggo dhewe-dhewe. Bahane bisa ngawe kepenaking awak, gawe tentrem ayem saranduning kulit lan perangan-peranganing sarira. Gampang ngisep kringet, gampang garing, ora ngembeng kumembeng. Gerji ( penjahit, tailor) nalika nggarap busanane langganane ora mung motong, nata, nggathuk- ngganthukake, kepara uga ngangen- angen mbayanganke bleger, dedeg piadeg, sarta posturing sing nganggo mangkone. Bisa trep karo sarira apadene pribadine sing nganggo.
Kang cinatur katur ing nduwur mangkono kuwi mungguhing kahanan kang salugune samesthine saprayogane. Jalaran akeh wae wong sing guneme manis wasis isis, alus pidha bludru lunyu kadya welut, busanane apik rapi sarwa pantes, jebul, jebol, mung rewa-rewa, dadine apus karma, sarwa cidra, sarwa culika.
Tumprap para kawula mudha prayogi kaudi ajining dhiri saka lathi, kalayan basa kang titi pasthi tur migunani mring sesami. Ajining sarira saka kanthi, ukuran, potongan, warna kang tumata, gawe ayem tentreming priyangga, maweh reseping sesame.
Kawula Mudha
Ngrembug theg kliwer kawula mudha kanthi adil uga ngrembug gegadhangane para wredha para leluhur, kreyasi dalah gegayuhane para kawula mudha dhewe-dhewe, apadene tumuse generasi teturun lan bebacutane. Mangkono uga kulawargane, bebrayane, bangsane, apadene sesame. Ora kena ora, ora diselaki, uripe para kawula mudha ing jaman saiki ana ing fenomena, proses, malah wis nyemplung ing alam globalisasi. Kareh lumaku tumuju dadi warganing donya. Donya kang wates-watese wewengko, lokal, nasiyonal, regiyonal, sarta global sangsaya hablur ora katon cetha. Peristiwa Likitan-Ambalat, antar anggota ASEAN, sesambungane karo Australiya, Singapura, Malaysiya lan liya-liyane. Asimilasi identitas sangsaya raket caket leket ncerep rumesep ing jiwa ragane para kawula mudha. Ras,etnik,ora gampang titane-titaneane .Iki menadho Filipino,Koreya,Jepang,apa sundha?
Kuwi Maluku,Afrika,Arab,Papuwa,apa turki? Kae italia jerman,landa,prancis,apa rusia?
Caba, bathik kuwi idhentitas sapa? lha wong kang kasebut kabeh kuwi saiki wis padha nganggo bathik mula kudu awas lan eling globalisasi kuwi gaweyane kreyasine para indhividhuwalis liberalis lan kapitalis para kawula mudha prelu nyinau indhividhuwalisme liberalisme,lan kapitalisme, disaring, dijupuk manfaate kanggo ngipuk-ipuk jatidhiri pribadi lan bangsane. Globalisasi ora kena nyirnakake jatidhiri pribadi lan bangsane. Eling pratelane spesiyalis futuris, Alvin Toffler, " Pribadi/ bangsa sing ora duwe jatidhiri kelindhes pepes ambles ludhes dening rodhaning globalisasi". Lha jatidhiri pribadi/bangsane awake dhewe kuwi apa la nana ing ngendi bae. Awake dhewe iki bisa lan kena sinau/nyinau ilmu lan teknologi supracanggih suprahebat, nanging tanpa jatidhiri ibarat gedhong magrong-magrong moblong-moblong nanging fondhasine ringkih. Jatidhirine awake dhewe kuwi ora liya hiya budayane.
Tujuan
- Kanggo ngelestarikake ajaran-ajaran budaya lan busana marang kawula mudha.
- Supaya kawula mudha sedaya ngartos budaya-budaya ing bangsa Indonesia.
Simpulan
Budaya lan busana iku kudu dilestarikake lan dikembangke marang kawula mudha supaya ora diklaim soko negara liya.Kita aelaku pemudaha-pemudhi kudu iso ngelestarikake budaya lan busana bangsane dhewe .
Daftar Pustaka
Panjebar Semangat Halaman 35, Nomor 32, 6 Agustus 2011